Bapak Beton Indonesia, Prof. Dr. Ir. Wiratman Wangsadinata


Prof. Dr. Ir. Wiratman Wangsadinata adalah nama  besar dalam dunia konstruksi Indonesia. Ia berperan andil dalam perencanaan bernagai proyek konstruksi, mulai dari proyek pembangunan jalan, bendungan, jembatan hingga gedung-gedung tinggi yang sebagian besar menjadi karya  langka di Indonesia. Prof.Dr.Ir.Wiratman Wangsadinata dilahirkan di Jakarta pada tanggal 25 Februari 1935, ia adalah lulusan Sarjana Teknik Sipil dari Institut Teknologi Bandung (ITB).Sebenarnya ia tidak pernah bercita­-cita akan menjadi insinyur sipil, ia justru berniat masuk jurusan Teknik Fisika. Tapi rupanya jurusan itu baru ditutup, dosen­-dosennya  yang orang Belanda pulang ke negerinya. Akhirnya ia memutuskan mendaf­tar di jurusan Teknik Sipil. Setelah lulus dari ITB ia langsung menjadi tenaga pengajar di Jurusan Teknik Sipil ITB. Berikut sedikit cuplikan rekam jejak beliau beliau:

·         Tahun 1960 ia lulus dari teknik sipil ITB
·         Ia sebagai perencana di Jawatan jalan-jalan dan Jembatan Dep. PU pada tahun 1960 sampai tahun 1965
·         Direktur dari PN Perencana INDAH KARYA pada tahun 1965 sampai tahun 1970
·         Tahun 1992 ia meraih gelar Doktor dari ITB dalam bidang Rekayasa Struktur dengan predikat Cum Laude
·         Tahun 1995 – 2004 ia menjadi Guru Besar di Jurusan Teknik Sipil ITB
·         Tahun 2005 ia menjadi Guru Besar Emeritus di Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara.
·         Ia diangkat menjadi  anggota Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2003 – 2006.
·         Pendiri dan direktur utama PT. Wiratman & Associates, Multidisciplinary Consultant, yang telah berdiri sejak tahun 1976 dan sampai kini telah terlibat dalam perencanaan dan supervisi ratusan bahkan ribuan proyek-proyek konstruksi
Contoh beberapa hasil karyanya yang luar biasa ialah Wisma Nusantara yang merupakan ‘kelinci  percobaan’ Jepang untuk  membangun gedung tinggi tahan  gempa, Wisma Dharmala, Bakrie Tower, Duku Atas Tunnel di Jakarta, Jembatan Ampera di Palembang, Jembatan Raja Mandala di Bandung, restorasi Candi Borobudur di Magelang serta Bendungan Keuliling di Krueng Aceh. Wiratman pula  yang merancang Four Seasons Residential Apartments, Mal Ciputra, Hotel Aryaduta dan masih  banyak proyek lainnya.
Wiratman merupakan salah satu putra terbaik bangsa yang tidak perlu diragukan keahliannya di bidang infrastruktur. Di usia yang tak lagi muda, Wiratman saat ini  masih dipercaya membidangi lahirnya proyek­-proyek berskala raksasa seperti Jembatan Selat Sunda, menara Jakarta dan flyover Casablanca  yang membentang  sepanjang  5 km dari Tanah Abang (Jakarta Pusat) hingga Pondok (Jakarta timur). Pembangunan simpang susun ini  menggunakan teknik hasil inovasi Wiratman yang memungkinkan pembangunan dilaksanakan tanpa menutup arus lalu lintas.
Banyak yang menyebutkan bahwa Bapak Wiratman adalah penggagas terbentuknya aturan tentang gempa bumi, aturan ini adalah standar yang digunakan untuk merencanakan struktur bangunan tahan gempa sehingga kerusakan terjadi setempat, mudah diperbaiki, ridak runtuh dan tentunya dapat dimanfaatkan kembali.. Pembuatan aturan ini adalah contoh kecil betapa pedulinya bapak Wiratman akan keseelamatan para pengguna bangunan yang khususnya berada di daerah rawan gempa, beliau prihatin melihat banyaknya korban yang selama ini sering menimpa daerah-daerah rawan gempa.



KETERLIBATAN PROF.DR.IR.WIRATMAN DALAM PROYEK KONSTRUKSI DI INDONESIA
TAHUN
KETERANGAN
1962
Jembatan Way Lela di Ambon, sebagai Jembatan pertama di Indonesia yang merupakan tumpuan  dengan rol yang miring
1963
Jembatan Ampera di Palembang, dia menemukan bahwa konsep awal Jembatan Ampera gagal dari segi teknik Jembatan Ampera yang memiliki ciri khas dua pilar besi berwarna merah ini ternyata adalah salah satu karya bersama dari Bapak Wiratman dan sampai sekarang jembatan ini masih kokoh berdiri dan menjadi ikon terkenal kota Palembang.
1970
Gedung Wisma Nusantara proyek ini bisa dibilang adalah proyek penggagas berdirinya gedung-gedung pencakar langit Indonesia lainnya dan President Hotel di Jakarta
1972
Gedung Balai Kota blog G
1973
Proyek pemugaran Candi Borobudur yang merupakan cikal bakal berdirinya Balai Konservasi Borobudur, ini disponsori oleh UNESCO pada tahun 1973 sampai tahun 1983.
1975
Jembatan Rajamandala di Desa Mandalawangi, Jawa Barat. Merupakan jembatan terpanjang dan tertinggi di Jawa Barat Jembatan Rajamandala adalah jembatan yang terletak di daerah sungai Citarum, jembatan ini berfungsi untuk menghubungkan 2 kota ternama di Indonesia yaitu Jakarta dan Bandung yang dapat menambah pertumbuhan dan mempercepat aktivitas perekonomian di kedua kota. Jembatan ini memiliki panjang total sepanjang 222 m.
3. 
1977
Pelabuhan Belawan, Medan Sumatera Utara & Gedung Gadjah Mada Plaza di Jakarta
1978
Gedung Wisma Harapan di Jakarta
1981
Gedung Graha Sarana Duta di Jakarta
1985
Hotel Aryaduta di Jakarta
1987
Gedung Wisma Dharmala di Jakarta gedung ini adalah sebuah gedung perkantoran yang terletak di Surabaya dan memiliki lantai sejumlah 24 lantai, gedung ini memiliki bentuk yang unik seperti sandwich yang dilapis banyak, gedung ini adalah satu dari beberapa gedung unik buatan bapak Wiratman.

1989
Gedung ATD Plaza di Jakarta  & Gedung Graha Niaga di Jakarta
1992
Terowongan Dukuh Atas di Jakarta
1994
Jembatan Ancol Jakarta
1999
Under Water Sill Pelabuhan Tuban
2001
Bendungan Keuliling , Waduk Keuliling adalah sebuah waduk yang terletak 35 km dari kota pusat Banda Aceh ke Medan,  waduk ini dibangun dengan berbagai manfaatnya untuk masyarakat sekitar, yaitu sebagai penyuplai air untuk irigasi persawahan, penyuplai kekurangan air di kawasan penduduk, mencegah terjadinya banjir, dan sebagai tempat wisata. Proyek pembangunan waduk ini adalah satu contoh bahwa kepedulian bapak Wiratman terhadap pembangunan bukan hanya dikota besar saja, melainkan sampai ke penjuru Indonesia.
2006
Bakrie Tower, Jakarta Tower Bakrie adalah bangunan yang unik yang memiliki bentuk sedikit memilin atau kita bisa sebut bangunan yang bengkok. Bangunan ini memiliki corak seperti sisik ular pada kaca luarnya. Bangunan ini mungkin adalah karya bapak Wiratman yang mengikuti gaya bangunan-bangunan tinggi yang elegan dan mewah seperti di Hongkong, Korea, dan Uni Emirat Arab. Bangunan ini merupakan bukti bahwa ilmu infrastruktur Indonesia sudah berkembang dengan sangat pesat.
2008
komplek Apartemen “The Wave” Jakarta
2009
Studi Kelayakan Jembatan Selat Sunda. Desain struktur atas Jembatan Gantung Selat Sunda mengacu pada desain Jembatan Selat Messina, sedangkan desain struktur bawahnya mengacu pada desain Jembatan Akashi Kaikyo. Struktur jembatan didesain untuk menahan gempa hingga besaran 9.0 Skala Richter. Direncanakan proses pembangunan jembatan akan dimulai pada 2014 mendatang dan memerlukan waktu 10 tahun untuk penyelesaiannya



Selama ini ia telah menulis lebih dari 200 makalah teknik yang dipresentasikan dalam berbagai konferensi nasional maupun internasional. Wiratman telah mendapatkan sekitar 14 penghargaan nasional maupun internasional atas jasa-jasanya seperti penghargaan karya konstruksi 2003, penghargaan Adhicipta Rekayasa untuk Teknik Sipil dari Persatuan Insinyur Indonesia (PII), ASEAN Achievement Award dari ASEAN Forum dan penghargaan lainnya.
Inspirator dan motivator bagi perekayasa di Indonesia ini juga memegang paten dalam pembuatan terowongan “Sistem Antareja” No. ID 0 009 677. Ia juga menyandang Sertifikat Insinyur Profesional Utama (IPU) dari PII dan Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI).
Oleh karena semua pengabdian, perjuangan, kerja keras, dan pengorbanannya terhadap bangsa ini, bapak Wiratman di anugerahi gelar sebagai “Bapak Beton dan Bapak Infrastruktur Indonesia”, gelar yang benar-benar layak disandang oleh putra bangsa sepertinya.
 

Post a Comment