FTSL - Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan

Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan

Baru-baru ini jalur penerimaan mahasiswa baru SNMPTN telah dibuka, bagi adek-adek yang ingin melanjutkan kuliahnya ke Institut Teknologi Bandung, monggo merapat kesini. Dalam beberapa kesempatan kedepan saya akan menjelaskan beberapa fakultas yang ada di ITB secara "buka-bukaan" kepada anda semua.

Mari kita mulai dari fakultas yang paling saya kenal, berhubung SNMPTN tahun kemaren saya mengisi FTSL di pilihan satu dan satu-satunya yang saya pilih, maka fakultas inilah yang paling saya kepo-in semasa SMA.

Ok, kita mulai aja,

FTSL ITB saat ini memiliki 5 prodi (program studi) untuk S-1, diantaranya adalah;
a. Teknik Sipil (sejak 1920 saat ITB masih bernama Techische Hogeschool)
b. Teknik Lingkungan (1964)
c. Teknik Kelautan (1994)
d. Teknik Pengelolaan Sumber Daya Air (2013)
e. Rekayasa Infrastruktur Lingkungan (2013)

3 dari 5 prodi di FTSL sudah meraih akreditasi internasional ABET, yaitu teknik kelautan, teknik lingkungan dan teknik sipil (baca selengkapnya disini!). 


1.Teknik Sipil

Secara umum teknik sipil mempelajari tentang cara merancang, membangun, merawat, serta memperbaiki infrastruktur baik dari yang sederhana seperti rumah, atau bangunan yang lebih kompleks seperti jembatan, mall, bendungan, atau gedung pencakar langit,
Prospek kerja untuk teknik sipil ini dapat dibilang sangat luas, luas sekali malah. Kenapa? karena pembangunan di suatu negara itu tidak akan pernah berhenti, malah tiap tahunnya besar pembangunan infrastruktur di suatu negara semakin meningkat. Lulusan teknik sipil dapat bekerja sebagai kontraktor ataupun kosultan, bahkan bisa juga di bidang pemerintahan ( seperti alumni ITB bapak Bambang Susanto yang menjabat sebagai wakil menteri perhubungan). Di bidang konstruksi alumni FTSL ITB memiliki seorang pakar konstruksi di Indonesia, Prof.Dr.Ir.Wiratman Wangsadinata


2.Teknik Lingkungan

Teknik lingkungan adalah suatu teknik yang mempelajari tentang bagaimana kita merekayasa lingkungan supaya efisien untuk kehidupan manusia. Disini kita akan mempelajari pengolahan limbah, pengolahan air dan semacamnya. Hampir semua perusahaan industri wajib memiliki sarjana teknik lingkungan didalamnya. kenapa? karena lulusan ini bertanggungjawab mengenai hasil limbah dari industri tersebut, umpamanya teknik lingkungan ini adalah teknik "penyelamat kehidupan bumi", hasil tambang logam dan minyak pun membutuhkan lulusan teknik lingkungan untuk me-recycle kondisi lingkungan sekitarnya, tidak dapat dipungkiri lagi lapangan pekerjaan untuk jurusan yang satu ini bakal melimpah.


3.Teknik Kelautan

Program studi ini mempelajari mengenai bangunan-bangunan yang berada di sekitar permukaan laut, hampir mirip teknik sipil, bedanya teknik lingkungan ini di laut, bukan di darat. Jangan kira jurusan ini bakal memiliki sedikit peluang kerja, justru jurusan ini memiliki peluang kerja yang sangat besar, bagaimana tidak, di Indonesia hanya ada 3 perguruan tinggi (kalo tidak salah sih) yang memiliki teknik kelautan (ingat! teknik kelautan bukan ilmu kelautan, beda jauh lho). Contoh bangunan yang dibikin anak teknik kelautan ialah anjungan lepas pantai, ini digunakan untuk operasi migas (minyak dan gas) waaah minyak!, kebayang kan berapa gaji anak teknik kelautan. contoh lainnya seperti jalan tol di laut, dermaga, pelabuhan dll.


4.Teknologi dan Pengelolaan Sumber Daya Air

Program studi TPSDA bertujuan untuk mencetak sumber daya manusia yang berkompetensi untuk menjawab permasalahan sumber daya air. Beberapa peluang kerjanya ialah di instansi pemerintahan (DPU, Bapenas,dll), dan perusahaan industri.



5. Rekayasa Infrastruktur Lingkungan

RIL merupakan program pendidikan sarjana teknik yang lulusannya memiliki kompetensi dalam municipal engineer (rekayasa kotapraja), memiliki kompetensi pada lingkup infrastruktur (air, drainase, persampahan) berskala kota,lingkungan,bangunan, dan kemampuan proses pengolahan air dan limbah. Prospek kerjanya bisa sebagai konsultan, instansi pemerintahan,dan industri

Post a Comment