Kebijakan Ini Membuat Jurusan Teknik Perminyakan Tidak Lagi Favorit. Apa itu?

Semenjak pertengahan tahun 2015, mahasiswa jurusan teknik perminyakan dibuat pusing oleh kebijakan dunia mengenai penurunan harga minyak dunia yang cukup besar. Tidak cukup sampai disitu saja lagi-lagi pemerintah menurunkan harga BBM baru-baru ini, kenapa hal ini terjadi?  singkatnya jumlah permintaan akan minyak lebih sedikit dari jumlah kesediaan minyak.

jumlah minyak yang sangat besar mengakibatkan nilai harganya turun
Ada banyak faktor yang membuat hal ini terjadi, asalan pertama kenapa harga minyak dunia turun adalah karena ditemukannya shale gas di Amerika, Inggris dan China, yang kurang lebih dihasilkan triliunan kaki kubik gas dari sumber-sumber bawah tanah di daerah tersebut. Di Amerika Utara saja dapat dihasilkan shale gas yang cukup untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar daerah tersebut setidaknya untuk 40 tahun berikutnya.Nah, hal ini mengakibatkan negara-negara pengekspor minyak ketar-ketir melihat perkembangan Shale Gas karena akan mengancam pasar  Minyak Bumi dan Batubara.

Kondisi ini diperparah dengan turunnya perekonomian di China, China merupakan pendorong ekonomi beberapa tahun belakang, dengan turunnya perekonomian di China membuat harga komoditas dunia turun drastis, termasuk minyak mentah.

Sebenarnya OPEC dapat dengan mudah menaikkan nilai harga minyak dengan menghentikan produksi mereka, permasalahannya karena ingin menekan Amerika, maka OPEC tidak menurukan produksi minyak walaupun harga minyak sendiri rendah. Jika harga minyak dunia rendah, maka negara-negara penghasil minyak seperti Arab akan mendapatkan keuntungan yang sedikit dari hasil minyak mereka. Namun jika harga minyak dunia tinggi maka shale gas Amerika akan berkembang dan mengambil pangsa pasar Arab dan negara-negara OPEC lainnya. Hal ini tentunya sangat ditakuti oleh bangsa Arab karena akan mengakibatkan penurunan penghasilan negara yang sangat besar bagi negaranya.

Nah, di Indonesia sendiri bagaiman respon dari masyarakat mengenai penurunan harga minyak ini? tentunya sebagai masyarakat umum akan merasa senang dengan murahnya harga BBM. Dilain sisi ada pihak-pihak lain yang akan dirugikan dengan turunnya harga minyak ini, tentunya adalah para pekerja di industri perminyakan sendiri, bahkan Indonesia sendiri merupakan negara penghasil minyak cukup dirugikan dengan penurunan harga minyak dunia ini. Akan banyak terdapat pemecatan besar-besaran yang terjadi pada perusahaan-perusahaan minyak, seperti perusahaan Shell yang tahun lalu memecat 6500 pekerjanya dan juga memangkas dana investasi sebesar USD 7 miliar atau setara Rp 94,2 triliun. Dilain tempat perusahaan energi asal Italia, Saipem berencana akan mengurangi atau memecat pegawai untuk efisiensi. Saipem akan memangkas setidaknya 8.800 pekerja sampai tahun 2017.


Shell memberhentikan 6500 pekerjanya pada tahun 2015

Popularitas teknik perminyakan yang dulunya dipuja-puja sekarang menurun drastis, ancaman akan sulit mendapatkan pekerjaan dimasa depan membuat jurusan ini sekarang sepi peminat. Hal ini bukannya tidak beralasan, baru-baru ini lulusan teknik perminyakan banyak yang masih menganggur karena hampir semua perusahaan minyak tidak ingin menambah jumlah karyawannya akibat perekonomian yang dalam masa sulit.
Jadi buat kamu yang ingin masuk jurusan perminyakan, sebaiknya pikir-pikir dahulu, apakah 5-10 tahun mendatang kondisi minyak dunia akan masih seperti ini, lebih baik mempersiapkan pilihan dengan matang-matang hingga kedepannya tidak ada penyesalan. semoga tulisan ini bermanfaat




Post a Comment