Lavoiser, Marie Curie, Mendeleev, Tokoh Hebat di Bidang Kimia

Pelajaran kimia umumnya dianggap lebih sulit daripada sebagian besar pelajaran lainnya. Pandangan ini ada benarnya juga, salah satu alasannya adalah istilah dan bahasa kimia yang sangat berbeda. Namun kali ini kita bukan membahas mengenai reaksi-reaksi kimia atau semacamnya, melainkan mengenal beberapa tokoh kimia yang terkenal di dunia. Yuk simak saja:

1. Lavoiser

Lavoiser yang lahir pada tahun 1743, dikenal sebagai bapak kimia modern. Dia dikenang karena percobaannya yang terkendali dengan baik dan karena dia menggunakan pengukuran yang kuantitatif. Dengan mengerjakan reaksi-reaksi kimia, seperti penguraian merkuri(II) oksida pada wadah tertutup, dia menunjukkan bahwa massa total produk sama dengan massa total reaktan. Pengamatan ini menjadi dasar dari hukum kekekalan massa dan prinsip dasar stoikiometri.
Lavoiser menentukan komposisi air dengan cara membakar campuran gas hidrogen dan oksigen dengan percikan listrik. Dia juga menjadi anggota komisi yang menetapkan sistem metrik yang merupakan dasar dari sistem SI. Sayangnya, karir ilmiahnya berakhir karena Revolusi Perancis. Sebagai seorang bangsawan, Lavoiser juga seorang pengumpul pajak. karena "kejahatannya" ini, Lavoiser dihukum pancung dengan guillotine pada tahun 1794.

2. Marie Curie

Lebih dari seabad yang lalu ilmuwan mulai tertarik pada fenomena radiaktivitas. Seorang mahasiswa muda pascasarjana bernama Marie Curie, bersama dengan suaminya Pierre Curie sebagai pasangan kerjanya, memilih bijih uranium radioaktif sebagai topik penelitian doktoralnya. Pada tahun 1898 pasangan tersebut memisahkan suatu unsur baru, yang mereka beri nama polonium, yang terinspirasi dari nama negara asal mereka, Polandia. Empat bulan kemudian mereka menemukan unsur radioaktif lainnya, yaitu radium. Saat ini radium merupakan unsur terpenting yang ditemukan setelah oksigen. Tesis Marie Curie disebut oleh banyak ilmuwan sebagai "sumbangan terbesar untuk sains yang pernah diberikan oleh seorang mahasiswa program doktoral". Bersama dengan Bacquerel (penemu radioaktivitas), pasangan Curie menerima hadiah Nobel dalam bidang fisika pada tahun 1903 (tahun dimana Marie meraih gelar doktornya). Meskipun demikian ilmuwan paling terkenal di dunia ini tetap harus menghadapi permusuhan dan diskriminasi dalam komunitas ilmiah, dia ditolak mendaftar ke French Academy of Sciences hanya karena Ia seorang wanita!
Marie Curie adalah wanita pertama peraih Nobel, dan orang pertama yang memenangkan 2 hadiah Nobel (yang kedua di bidang kimia pada tahun 1911). Saat ini unsur dengan nomor atom 96, kurium (Cm), dinamai untuk menghormati Marie Curie.


3. Dmitri Ivanovich Mendeleev

Pada tahun 1848, Mendeleev yang berumur 14 tahun melakukan perjalanan jauh yang mengubah garis kehidupannya. Mendeleev lahir di Siberia, anak bungsu dari 14 bersaudara. Setelah berkelana sejauh 14.000 mil dengan berganti-ganti kendaraan seantero Rusia, Mendeleev ditolak ketika mendaftarkan diri ke University of Moscow karena Ia adalah orang Siberia. Ibu dan anak itu pun berangkat ke St.Petersburg, dimana Mendeleev memperoleh beasiswa untuk belajar menjadi guru sekolah menengah. Pada akhirnya, Ia diangkat menjadi profesor kimia anorganik di University of St.Petersburg. Pada tahun 1869 Mendeleev membuat tabel unsur-unsur yang disusun berdasarkan pertambahan massa atom (yang sekarang dikenal tabel periodik unsur). Mendeleev menyadari bahwa ada lebih banyak unsur yang harus ditemukan lagi dan sifat-sifatnya dapat diramal dengan menggunakan tabel periodik. Pada tahun 1875, ketika ahli kimia Lecoq menemukan gallium dan menetapkan kerapatannya sebesar 4,7 g/cm3 Mendeleev mengatakan bahwa kerapatan unsur ini harusnya 5,94 g/cm3 yang ketelitiannya berada 1 persen dari nilai sebenarnya. Masyarakat ilmiah dibuat terkagum atas hal ini bahwa seorang teoritis kimia mengetahui sifat suatu unsur lebih tepat daripada ahli kimia yang menemukan unsur tersebut.
Dewasa ini karya Mendeleev tentang tabel periodik dianggap sebagai sumbangan yang paling penting terhadap ilmu kimia di abad 19. Unsur 101 diberi nama mendelevium (Md) untuk menghormatinya.

2 komentar

Jadi lu semester 4 jarang kuliah buat nulis ini den? Wkwk

Reply
This comment has been removed by the author.

Post a Comment