Skip to main content

My favorite social media app in 2020: Tiktok

Buat yang masih mikir tiktok itu alay, plis coba dulu

Saya sudah mulai main tiktok semenjak akhir tahun 2019, dan sejak awal tahun ini secara sangat rutin merekomendasikan tiktok kepada teman-teman saya. For me tiktok is so much fun, selama main tiktok ga pernah sekali pun saya merasa tidak terhibur, sama sekali tidak pernah. Berbeda dengan instagram, banyak banget postingan di IG yang membuat saya merasa insecure, jujur saja kalian pasti pernah seperti itu juga. 

IG banyak banget isinya orang-orang pamer kehidupan pribadinya, makan di tempat mahal, barang-barang branded, bahkan sekedar lagu yg di dengerin di spotify pun bisa jadi hal yang dipamerin.
Secara kualitas visual IG memang menang dari tiktok karena postingan IG memang lebih mengandalkan visual, tapi dari segi kualitas fun dan informatif, tiktok tremendously amazing.
Ga, saya ga bermaksud menyerang IG kok, toh saya aja masih sering pake IG buat update story atau feed, saya cuma ingin bilang, bagi yang mengatakan tiktok itu alay, plis coba dulu deh, banyak konten menghibur dan informatif.

Kemaren salah satu sahabat saya, bahkan berterima kasih kepada saya untuk mengajak dia main tiktok,
twit diatas berbahasa minang, yang kalo ditranslate kira-kira begini:

"Main tiktok ini seru ya, orang bikin video lucu, bikin kita ketawa. Kalo main Twitter ga kuat baca julid julid omongan orang. Makasi ya rekomendasinya wkwkwkk @dedenhdn. It such a new source of happiness i think"

Dalam 1 tahun belakang konten tiktok sudah benar-benar berubah jauh dari stereotype "alay" dulu, yang zaman-zamannya Bowo Appenliebe itu, walaupun tidak 100% hilang, tapi konten di FYP kalian  berdasarkan konten yang cocok dengan kalian, FYP saya pribadi isinya tutorial fotografi, bisnis, digital marketing, copywriter, self development dll
Dan isi nya beneran daging siap santap semua, secara visual jauh di bawah IG, tapi secara informasi jauh diatas IG. Konten menghibur nya pun juga begitu, secara visual ga bisa dikatakan bagus, tapi secara ide dan kreafitas adalah hiburan terbaik yang bisa kamu dapatkan, setidaknya seperti itu bagi saya.

Stereotype nya tiktok adalah sosmed anak gen Z, dan instagram adalah sosmed gen Y atau yg lebih kita kenal dengan sebutan Millenial.
Dan lahir di tahun 1996 membuat saya berada di transisi kedua generasi itu, walaupun secara definisi saya termasuk gen Z, namun kehidupan saya sangat terpengaruh banget oleh pergaulan gen Y.
Tapi bagi para millenial yang ga mau nyoba tiktok sih silahkan aja, saya ga maksa. Ya kaya boomer kalian ajak pake instagram aja sih :p

Comments

Popular posts from this blog

Bapak Beton Indonesia, Prof. Dr. Ir. Wiratman Wangsadinata

Prof. Dr. Ir. Wiratman Wangsadinata adalah nama  besar dalam dunia konstruksi Indonesia. Ia berperan andil dalam perencanaan bernagai proyek konstruksi, mulai dari proyek pembangunan jalan, bendungan, jembatan hingga gedung-gedung tinggi yang sebagian besar menjadi karya  langka di Indonesia. Prof.Dr.Ir.Wiratman Wangsadinata dilahirkan di Jakarta pada tanggal 25 Februari 1935, ia adalah lulusan Sarjana Teknik Sipil dari Institut Teknologi Bandung (ITB).Sebenarnya ia tidak pernah bercita­-cita akan menjadi insinyur sipil, ia justru berniat masuk jurusan Teknik Fisika. Tapi rupanya jurusan itu baru ditutup, dosen­-dosennya  yang orang Belanda pulang ke negerinya. Akhirnya ia memutuskan mendaf­tar di jurusan Teknik Sipil. Setelah lulus dari ITB ia langsung menjadi tenaga pengajar di Jurusan Teknik Sipil ITB. Berikut sedikit cuplikan rekam jejak beliau beliau: ·            Tahun 1960 ia lulus dari teknik sipil ITB · ...

"AMBISIUS", Sebuah Sikap Yang Memberi Perbedaan

Ditulis Oleh : Deden Hardian Ambisius, bukan kata yang jarang kita dengar. Dalam kamus KBBI, arti kata ambisius adalah berkeinginan keras dalam mencapai sesuatu. Ya, makna ambisius kurang lebih seperti itu: ngotot, kerja keras, ulet, ketun; kira-kira seperti itu lah. Terkesan sederhana, namun sifat ambisius ini adalah sifat yang akan memberikan perbedaan dalam kehidupan kita masing-masing. Kesuksesan bukan diraih dengan gampang begitu saja, melainkan dengan usaha kerja keras yang bertahan dalam waktu lama. Di lingkungan ITB, kata ambisius tidak asing lagi terdengar. Disini kata ambisius bertransformasi; ambisius-ambis-ngambis. Kata ambis adalah sebutan bagi mahasiswa yang sangat ambisius dalam belajar. Namun sayangnya, kata ambis justru dijadikan bahan ledekan buat seseorang yang sungguh-sungguh (terutama akademik ya, kalo sungguh2 di luar akademik dicapnya bukan ambis, tapi berdedikasi tinggi) "ambis lu!" "Dasar ambis, selo ae kali" ketemu temen ke perpu...