Skip to main content

"AMBISIUS", Sebuah Sikap Yang Memberi Perbedaan

Ditulis Oleh : Deden Hardian

Ambisius, bukan kata yang jarang kita dengar. Dalam kamus KBBI, arti kata ambisius adalah berkeinginan keras dalam mencapai sesuatu. Ya, makna ambisius kurang lebih seperti itu: ngotot, kerja keras, ulet, ketun; kira-kira seperti itu lah. Terkesan sederhana, namun sifat ambisius ini adalah sifat yang akan memberikan perbedaan dalam kehidupan kita masing-masing. Kesuksesan bukan diraih dengan gampang begitu saja, melainkan dengan usaha kerja keras yang bertahan dalam waktu lama.
Di lingkungan ITB, kata ambisius tidak asing lagi terdengar. Disini kata ambisius bertransformasi; ambisius-ambis-ngambis. Kata ambis adalah sebutan bagi mahasiswa yang sangat ambisius dalam belajar. Namun sayangnya, kata ambis justru dijadikan bahan ledekan buat seseorang yang sungguh-sungguh (terutama akademik ya, kalo sungguh2 di luar akademik dicapnya bukan ambis, tapi berdedikasi tinggi)
"ambis lu!"
"Dasar ambis, selo ae kali"
ketemu temen ke perpus, langsung dicap "ambis" -_-
bikin tugas lebih cepet , dikatain "ambis"
ambis everywhere..

Saya adalah orang yang sering juga mencap orang ambis, namun, seiring berjalannya waktu saya memahami ternyata ambis adalah kunci sukses dalam hidup ini, ambis bukan hanya dalam konteks akademik, namun dalam berbagai hal yang dilakukan dalam hidup ini.
Hidup itu seperti mengendarai motor ditengah kemacetan, jika kita tidak ambis untuk nyelip, maka akan lama sampai tujuan. Pengendara motor yang paling duluan sampai tujuan bukanlah mereka yang memiliki motor yang canggih, bukan juga oleh kemampuan mengendarai motor dengan cepat, melainkan mereka sampai lebih dulu karena mereka "ambis" dalam melewati hadangan mobil, motor, gerobak, dan berbagai hadangan lain yang dihadapinya. Jadi, bakat memang penting, tapi kerja keras jauh lebih penting.
Dalam sepakbola, kita lihat contoh bagaimana seorang Christiano Ronaldo tidak akan bisa mengalahkan Lionel Messi (yang dianugerahi bakat luar biasa) jika bukan karena ngotot dan kerja kerasnya, bukan hanya itu saja, Balotelli pemain yang sempat digadang-gadang sebagai talenta terbaik yang pernah dimiliki Italia sekarang malah menjadi pemain yang nyaris tidak diinginkan oleh klub manapun. Makin hari karier Balotelli makin suram, mantan pelatih Italia, Prandelli, mengatakan "Saya selalu percaya bahwa Balo punya potensi yang sangat besar. Namun jelas bahwa sepakbola bukanlah prioritasnya, sehingga dirinya terlihat kekurangan motivasi di atas lapangan"
Ya, talenta besar Balotelli yang mengantarkan Italia menjadi runner-up Euro 2012 semakin lama semakin redup, bukan karena dia pemain yang jelek, melainkan karena kurangnya sikap ambisius pada karier sepakbola dalam dirinya.

Ambisius adalah kekuatan yang membuat Niki Lauda memenangi lebih banyak gelar F1 dibandingkan pesaing abadinya, James Hunt. Walaupun pada awalnya James Hunt secara skill dianggap lebih baik dari Niki Lauda.
Ambisius adalah alasan kenapa Taufik Hidayat menjuarai Olimpiade 2004 di Athena, padahal dia bukanlah unggulan pertama di tahun itu, begitu juga sebaliknya, "ketiadaan ambisius" sekaligus menjadi faktor kenapa Taufik Hidayat pensiun lebih dini daripada musuh sejawatnya, Lin Dan. Semenjak mendapatkan medali emas Olimpiade 2004 dan Juara Dunia 2005, karier Taufik semakin menurun, bukan karena permainannya jelek, namun jelas Taufik tidak memiliki target dan ambisi lagi dalam bulutangkis, Taufik memenangkan hampir seluruh kompetisi bulutangkis yang diikutinya, hanya All England lah kompetisi bergengsi yang tidak diraih Taufik. Tidak ada orang yang dapat membantah skill Taufik dalam bulutangkis, ia bahkan di umur yang masih sangat muda, 19 Tahun, sudah berhasil mencapai final All England, namun sayang sikap ambisius Taufik tak sebesar Lin Dan, yang hingga umur 30an masih sanggup dan masih berada di puncak kejayaan penmainannya.


Kita bisa lihat orang-orang sukses yang ada disekitar, para Atlet, Entertain, Youtuber, Pengusaha dll. Mereka tidak akan seperti itu jika tidak memiliki sikap ambis dalam diri mereka.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

My favorite social media app in 2020: Tiktok

Buat yang masih mikir tiktok itu alay, plis coba dulu Saya sudah mulai main tiktok semenjak akhir tahun 2019, dan sejak awal tahun ini secara sangat rutin merekomendasikan tiktok kepada teman-teman saya. For me tiktok is so much fun, selama main tiktok ga pernah sekali pun saya merasa tidak terhibur, sama sekali tidak pernah. Berbeda dengan instagram, banyak banget postingan di IG yang membuat saya merasa insecure, jujur saja kalian pasti pernah seperti itu juga.  IG banyak banget isinya orang-orang pamer kehidupan pribadinya, makan di tempat mahal, barang-barang branded, bahkan sekedar lagu yg di dengerin di spotify pun bisa jadi hal yang dipamerin. Secara kualitas visual IG memang menang dari tiktok karena postingan IG memang lebih mengandalkan visual, tapi dari segi kualitas fun dan informatif, tiktok tremendously amazing. Ga, saya ga bermaksud menyerang IG kok, toh saya aja masih sering pake IG buat update story atau feed, saya cuma ingin bilang, bagi yang mengataka...

Bapak Beton Indonesia, Prof. Dr. Ir. Wiratman Wangsadinata

Prof. Dr. Ir. Wiratman Wangsadinata adalah nama  besar dalam dunia konstruksi Indonesia. Ia berperan andil dalam perencanaan bernagai proyek konstruksi, mulai dari proyek pembangunan jalan, bendungan, jembatan hingga gedung-gedung tinggi yang sebagian besar menjadi karya  langka di Indonesia. Prof.Dr.Ir.Wiratman Wangsadinata dilahirkan di Jakarta pada tanggal 25 Februari 1935, ia adalah lulusan Sarjana Teknik Sipil dari Institut Teknologi Bandung (ITB).Sebenarnya ia tidak pernah bercita­-cita akan menjadi insinyur sipil, ia justru berniat masuk jurusan Teknik Fisika. Tapi rupanya jurusan itu baru ditutup, dosen­-dosennya  yang orang Belanda pulang ke negerinya. Akhirnya ia memutuskan mendaf­tar di jurusan Teknik Sipil. Setelah lulus dari ITB ia langsung menjadi tenaga pengajar di Jurusan Teknik Sipil ITB. Berikut sedikit cuplikan rekam jejak beliau beliau: ·            Tahun 1960 ia lulus dari teknik sipil ITB · ...