Skip to main content

SIMAK UI vs UM UGM ?

hai gaess, udah lama saya ga ngeblog lagi, habis bulan lalu saya ngambis untuk nyiapin uts, nah berhubung uts nya udah sedikit longgar ini nih ada info dikit mengenai perbandingan SIMAK-UI vs UM-UGM

mengapa saya tertarik memaparkan info tersebut, yang pertama karena banyak lulusan SMA yang mengikuti ujian tersebut sebagai pilihan lain masuk univ selain SBMPTN dan SNMPTN, alasan yg kedua yaitu pada tahun kemaren (saat saya juga masih sebagai pejuang SBMPTN) ujian ini diadakan dihari yang sama, sehingga kita harus memilih satu diantara keduanya, saya tidak tahu secara pasti apakah untuk tahun ini ujian ini akan diadakan dihari yang sama lagi atau tidak,
lah kenapa tidak dibandingkan sama UM-ITB juga? ya kali kalo ada UM-ITB. sedikit info aja, untuk ITB tidak menggunakan sistem penerimaan mahasiswa selain SNMPTN dan SBMPTN, So, buat kalian yang mau masuk ITB hanya bisa lewat 2 jalur tersebut. ok, back to the topics, 

1.Biaya Pendaftaran
Tahun lalu itu saya mengikuti ujian SIMAK-UI, jadi saya bisa share sedikit pengalaman lah, jadi buat simak biaya pendaftarannya itu (untuk tahun lalu-2014) 300ribu, nah itu kita dapat memilih untuk 2 jurusan, apabila kita mau nambah jurusan kita dikenakan biaya 50rb/jurusan, maksimal pemilihan jurusan yaitu 7 buah. jadi kalo mau ambil 3 jurusan maka kita akan membayar 350rb. Sementara itu, untuk UM-UGM biaya pendaftarannya sebesar 300rb namun ini belum termasuk biaya tambahan jika kita megikuti ujian ini diluar Yogyakarta sebesar 150rb, dan untuk UM-UGM itu kita hanya diperbolehkan memilih 3 jurusan saja.



2.Tempat Ujian
Karena saya tinggal di Sumbar, jadi hal ini sangat menghambat saya untuk mengikuti UM-UGM, alasannya karena tidak ada seleksi UM-UGM yang diadakan di Sumatera Barat, jadi teman-teman saya harus pergi ke Pekanbaru untuk mengikuti ujian tersebut, ujian ini cuma diadakan di 4 kota saja, yaitu Jakarta, Pekanbaru, Yogyakarta, dan Balikpapan

3.Tingkat Kesulitan Soal
Tidak dapat diragukan lagi bahwasanya tingkat kesulitan soal SIMAK-UI lebih sulit dibandingkan dengan soal UM-UGM, karena menurut saya dan beberapa teman yang mengikuti ujian tersebut, semua dari kami bahkan tidak mampu menjawab setengahnya, berbeda dengan teman saya yang mengikuti UM-UGM, mereka dapat tersenyum dengan lebar saat keluar ruangan. Namun hal ini bukan berarti kesempatan lulus SIMAK-UI lebih kecil, ingat jika soalnya sulit, maka yang dapat soal sulit itu bukan hanya kita, tapi peserta lain ( yang saat itu notabenya adalah saingan kita) juga mendapatkan soal yang sulit.

4.Jumlah Peserta
Biasanya peserta SIMAK-UI jauh lebih banyak daripada peserta UM-UGM, hal ini tidak terlepas dari besarnya jangkauan pengadaan ujian simak ini.

5.Jurusan
Secara umum, kedua univ ini menyediakan pilihan jurusan yang hampir sama.Untuk SIMAK-UI itu ada 2 pilihan jalur, Reguler dan Paralel, reguler ini sama dengan SBMPTN, jadi kamu yang lulus untuk pilihan reguler maka itu sama saja dengan lulus SBMPTN, beda halnya jika lulus paralel, kamu akan dikenakan biaya kuliah yang lebih banyak. Untuk UM-UGM sendiri saya tidak begitu mengetahuinya secara pasti

Nah saya kira itu info-info penting mengenai 2 ujian tersebut, sengaja saya berikan ini karena jika seperti tahun kemaren lagi, dimana ujian ini diadakan serentak, maka kita harus memilih salah satunya. Makanya kepo in dulu sebelum nyoba

Comments

Popular posts from this blog

My favorite social media app in 2020: Tiktok

Buat yang masih mikir tiktok itu alay, plis coba dulu Saya sudah mulai main tiktok semenjak akhir tahun 2019, dan sejak awal tahun ini secara sangat rutin merekomendasikan tiktok kepada teman-teman saya. For me tiktok is so much fun, selama main tiktok ga pernah sekali pun saya merasa tidak terhibur, sama sekali tidak pernah. Berbeda dengan instagram, banyak banget postingan di IG yang membuat saya merasa insecure, jujur saja kalian pasti pernah seperti itu juga.  IG banyak banget isinya orang-orang pamer kehidupan pribadinya, makan di tempat mahal, barang-barang branded, bahkan sekedar lagu yg di dengerin di spotify pun bisa jadi hal yang dipamerin. Secara kualitas visual IG memang menang dari tiktok karena postingan IG memang lebih mengandalkan visual, tapi dari segi kualitas fun dan informatif, tiktok tremendously amazing. Ga, saya ga bermaksud menyerang IG kok, toh saya aja masih sering pake IG buat update story atau feed, saya cuma ingin bilang, bagi yang mengataka...

Bapak Beton Indonesia, Prof. Dr. Ir. Wiratman Wangsadinata

Prof. Dr. Ir. Wiratman Wangsadinata adalah nama  besar dalam dunia konstruksi Indonesia. Ia berperan andil dalam perencanaan bernagai proyek konstruksi, mulai dari proyek pembangunan jalan, bendungan, jembatan hingga gedung-gedung tinggi yang sebagian besar menjadi karya  langka di Indonesia. Prof.Dr.Ir.Wiratman Wangsadinata dilahirkan di Jakarta pada tanggal 25 Februari 1935, ia adalah lulusan Sarjana Teknik Sipil dari Institut Teknologi Bandung (ITB).Sebenarnya ia tidak pernah bercita­-cita akan menjadi insinyur sipil, ia justru berniat masuk jurusan Teknik Fisika. Tapi rupanya jurusan itu baru ditutup, dosen­-dosennya  yang orang Belanda pulang ke negerinya. Akhirnya ia memutuskan mendaf­tar di jurusan Teknik Sipil. Setelah lulus dari ITB ia langsung menjadi tenaga pengajar di Jurusan Teknik Sipil ITB. Berikut sedikit cuplikan rekam jejak beliau beliau: ·            Tahun 1960 ia lulus dari teknik sipil ITB · ...

"AMBISIUS", Sebuah Sikap Yang Memberi Perbedaan

Ditulis Oleh : Deden Hardian Ambisius, bukan kata yang jarang kita dengar. Dalam kamus KBBI, arti kata ambisius adalah berkeinginan keras dalam mencapai sesuatu. Ya, makna ambisius kurang lebih seperti itu: ngotot, kerja keras, ulet, ketun; kira-kira seperti itu lah. Terkesan sederhana, namun sifat ambisius ini adalah sifat yang akan memberikan perbedaan dalam kehidupan kita masing-masing. Kesuksesan bukan diraih dengan gampang begitu saja, melainkan dengan usaha kerja keras yang bertahan dalam waktu lama. Di lingkungan ITB, kata ambisius tidak asing lagi terdengar. Disini kata ambisius bertransformasi; ambisius-ambis-ngambis. Kata ambis adalah sebutan bagi mahasiswa yang sangat ambisius dalam belajar. Namun sayangnya, kata ambis justru dijadikan bahan ledekan buat seseorang yang sungguh-sungguh (terutama akademik ya, kalo sungguh2 di luar akademik dicapnya bukan ambis, tapi berdedikasi tinggi) "ambis lu!" "Dasar ambis, selo ae kali" ketemu temen ke perpu...