Skip to main content

Prospek Kerja Teknik Sipil, Pelopor Pembagunan Bangsa

Halo guys, kali ini kita akan membahas kembali jurusan-jurusan perkuliahan, nah kali ini yang akan kita bahas adalah jurusan teknik sipil. Teknik Sipil adalah adalah profesi yang melayani umat manusia di seluruh bangsa. Meskipun insinyur sipil seringkali dianggap sebagai pahlawan tanpa tanda jasa untuk pembangunan modern, pemenuhan profesi mereka dalam membangun jalan yang lebih baik, bangunan, jembatan, bendungan, sistem irigasi, dan banyak proyek lainnya telah memberikan kontribusi terhadap perkembangan masyarakat seperti yang dikenal saat ini. Insinyur sipil adalah perencana, perancang, pembangun struktur bangsa dan infrastruktur. Namun, mereka tidak dapat puas pada prestasi masa lalu, untuk masa depan banyak tantangan baru bagi profesi mereka.
Teknik Sipil merupakan ilmu terapan yang mencakup teknologi merancang, membangun dan memelihara serta memperbaiki bangunan. Bangunan yang dimaksud sangat beragam, mulai dari bangunan rumah sederhana dan gedung-gedung bertingkat, jembatan, bendungan, pengairan, prasarana produksi, hingga bangunan-bangunan lepas pantai seperti pada fasilitas pengeboran minyak lepas pantai, serta berbagai fasilitas pembangkit dan transmisi energi. Lulusan teknik sipil juga bertugas untuk membuat rancangan bangunan dan menghitung dimensi dan kekuatan bagian-bagian bangunannya sehingga siap untuk dijadikan acuan bagi pihak pelaksana (kontraktor) untuk dibangun.

Kenapa Sarjana Teknik Sipil Dibutuhkan? Seberapa Besar Prospek Kerjanya?
Indonesia sebagai negara berkembang akan sangat membutuhkan kehadiran sarjana teknik sipil
Pertanyaan yang menarik mengingat sebenarnya sarjana teknik sipil sangat dibutuhkan selama masih ada manusia itu sendiri, apalagi untuk negara Indonesia yang masih dalam tahap pembangunan, tidak lain tidak bukan lulusan teknik sipil akan memiliki prospek kerja yang sangat luas. Bisa dilihat sendiri, saat ini pembangunan sangat gencar-gencarnya dicanangkan pemerintah, tidak hanya di Ibukota, melainkan pembangunan saat ini sudah berjalan dengan cukup baik hingga ke pelosok-pelosok negeri, pembangunan jalan tol, pembangunan jembatan, gedung-gedung, dan banyak lainnya. Nah, tidak hanya sekedar pembangunan saja, perawatan bangunan (maintenance) juga sangat diperlukan demi menjaga keselamatan manusia yang menggunakan bangunan tersebut. Kehadiran MEA pada tahun 2016 ini juga menambah kebutuhan akan alumni teknik sipil di Indonesia, untuk meningkatkan perekonomian bangsa, harus didukung dengan infrastruktur yang baik, dan sekali lagi, prospek teknik sipil sangat luas dalam beberapa tahun kedepan.

Tahu Dubai? Bukan minyak, melainkan infrastruktur lah yang membuat mereka memiliki kekuatan ekonomi yang kuat saat ini
Siapa yang tidak tahu dengan Dubai, Abu Dhabi. Kota yang saat ini dikenal dengan kemegahan infrastrukturnya menjadi kota yang perekonomiannya berkembang dengan pesat semenjak adanya pembangunan infrastruktur yang wah. Kebanyakan orang beranggapan bahwa Dubai menjadi kota kaya karena berada di Teluk Arab yang memiliki sumur minyak bumi yang melimpah. Namun, anggapan kebanyakan orang itu salah, karena pendapatan kota itu yang menyumbang sekitar $ 100.000.000.000 bagi pendapatan negaranya, ternyata berasal dari bisnis real estate, perusahaan penerbangan dan pelabuhan. Pembangunan besar-besaran yang dilakukan Dubai telah dimulai semenjak tahun 2000, pada tahun 2003 banyak investor asing yang melirik potensi besar di Uni emirat Arab dan berencana berinvestasi di sana. Dan saat ini dapat dilihat sendiri, Burj Khalifa (bangunan tertinggi di dunia), Palm Island, Burj Al Arab, dan puluhan infrastruktur megah lainnya yang mampu mendatangkan banyak wisatawan dan meningkatkan perekonomian negara.
Burj Khalifa, bukti peradaban modern yang meningkatkan ekonomi Dubai dan menjadi ikon Dubai
Jangan jauh-jauh ke Dubai, Indonesia dapat berkaca kepada negara tetangga, Malaysia dengan "Petronas Twin Tower" nya dan Singapura dengan gedung-gedung megahnya yang mana pembangunan infrastrukturnya telah jauh lebih maju dari Indonesia, dan dapat dilihat sendiri bagaimana perkembangan negara itu saat ini. Minyak bukan lagi menjadi kekuatan utama (apalagi dengan menurunnya harga minyak), saat ini bisnis real estate dan parawisata mampu meningkatkan kondisi ekonomi jauh lebih baik.
Oleh karena itu, Indonesia masih mengharapkan hadirnya sarjana teknik sipil yang handal dan mampu menciptakan karya-karya yang bagus macam Prof. Dr. Ir. Wiratman Wangsadinata, dan banyak Insinyur Sipil lainnya sehingga mampu membangun infrastruktur yang dapat menjadi ikon Indonesia sendiri. Untuk pembangunan bangsa Indonesia yang lebih baik, kita bisa!

Comments

Popular posts from this blog

My favorite social media app in 2020: Tiktok

Buat yang masih mikir tiktok itu alay, plis coba dulu Saya sudah mulai main tiktok semenjak akhir tahun 2019, dan sejak awal tahun ini secara sangat rutin merekomendasikan tiktok kepada teman-teman saya. For me tiktok is so much fun, selama main tiktok ga pernah sekali pun saya merasa tidak terhibur, sama sekali tidak pernah. Berbeda dengan instagram, banyak banget postingan di IG yang membuat saya merasa insecure, jujur saja kalian pasti pernah seperti itu juga.  IG banyak banget isinya orang-orang pamer kehidupan pribadinya, makan di tempat mahal, barang-barang branded, bahkan sekedar lagu yg di dengerin di spotify pun bisa jadi hal yang dipamerin. Secara kualitas visual IG memang menang dari tiktok karena postingan IG memang lebih mengandalkan visual, tapi dari segi kualitas fun dan informatif, tiktok tremendously amazing. Ga, saya ga bermaksud menyerang IG kok, toh saya aja masih sering pake IG buat update story atau feed, saya cuma ingin bilang, bagi yang mengataka...

Bapak Beton Indonesia, Prof. Dr. Ir. Wiratman Wangsadinata

Prof. Dr. Ir. Wiratman Wangsadinata adalah nama  besar dalam dunia konstruksi Indonesia. Ia berperan andil dalam perencanaan bernagai proyek konstruksi, mulai dari proyek pembangunan jalan, bendungan, jembatan hingga gedung-gedung tinggi yang sebagian besar menjadi karya  langka di Indonesia. Prof.Dr.Ir.Wiratman Wangsadinata dilahirkan di Jakarta pada tanggal 25 Februari 1935, ia adalah lulusan Sarjana Teknik Sipil dari Institut Teknologi Bandung (ITB).Sebenarnya ia tidak pernah bercita­-cita akan menjadi insinyur sipil, ia justru berniat masuk jurusan Teknik Fisika. Tapi rupanya jurusan itu baru ditutup, dosen­-dosennya  yang orang Belanda pulang ke negerinya. Akhirnya ia memutuskan mendaf­tar di jurusan Teknik Sipil. Setelah lulus dari ITB ia langsung menjadi tenaga pengajar di Jurusan Teknik Sipil ITB. Berikut sedikit cuplikan rekam jejak beliau beliau: ·            Tahun 1960 ia lulus dari teknik sipil ITB · ...

"AMBISIUS", Sebuah Sikap Yang Memberi Perbedaan

Ditulis Oleh : Deden Hardian Ambisius, bukan kata yang jarang kita dengar. Dalam kamus KBBI, arti kata ambisius adalah berkeinginan keras dalam mencapai sesuatu. Ya, makna ambisius kurang lebih seperti itu: ngotot, kerja keras, ulet, ketun; kira-kira seperti itu lah. Terkesan sederhana, namun sifat ambisius ini adalah sifat yang akan memberikan perbedaan dalam kehidupan kita masing-masing. Kesuksesan bukan diraih dengan gampang begitu saja, melainkan dengan usaha kerja keras yang bertahan dalam waktu lama. Di lingkungan ITB, kata ambisius tidak asing lagi terdengar. Disini kata ambisius bertransformasi; ambisius-ambis-ngambis. Kata ambis adalah sebutan bagi mahasiswa yang sangat ambisius dalam belajar. Namun sayangnya, kata ambis justru dijadikan bahan ledekan buat seseorang yang sungguh-sungguh (terutama akademik ya, kalo sungguh2 di luar akademik dicapnya bukan ambis, tapi berdedikasi tinggi) "ambis lu!" "Dasar ambis, selo ae kali" ketemu temen ke perpu...