Skip to main content

Apa itu akreditasi ABET?

American Board for Engineering and Technology (ABET) 

  ABET adalah lembaga nirlaba yang bergerak di bidang akreditasi program pendidikan di bidang sains, komputer, dan teknik. ABET sendiri adalah akreditor resmi dari US Council for Higher Education Accreditation. Hingga kini telah lebih dari 3.300 program studi sains, komputer, rekayasa, dan teknik di lebih dari 680 universitas di 24 negara di dunia yang terakrediasi ABET. Dengan mendapatkan akreditasi ABET, program studi berarti telah memenuhi standar internasional ABET tentang kurikulum, fasilitas, kegiatan kemahasiswaan, dan program pengembangan kompetensi mahasiswa lainnya.

Mengapa akreditasi ABET itu penting?
Simpelnya, akreditasi itu adalah standar/penilaian. Akreditasi adalah acuan apakah suatu jurusan itu mampu memproduksi lulusan yang siap ditempatkan di dunia kerja sesuai bidang ahlinya. Akreditasi menggambarkan kepasitas yang dimiliki suatu institusi.
Maka, dengan diakuinya suatu institusi dengan akreditasi ABET, itu artinya lulusan di suatu institusi tersebut telah diakui oleh dunia internasional bahwa lulusannya mampu bersaing secara global. Jurusan yang telah mendapatkan akreditasi ABET akan dengan mudah mendapatkan lanjutan pendidikan (baik S2 maupun S3) di universitas terkemuka di dunia, serta mendapatkan pekerjaan di luar negeri.

saat ini ada 2 Universitas/Institut di Indonesia yang memiliki jurusan terakreditasi ABET, yaitu Institut Teknologi Bandung dan Institut Pertanian Bogor. Berikut beberapa jurusan yang telah terakreditasi ABET di Indonesia:

  • Teknik Kimia, FTI ITB
  • Teknik Fisika, FTI ITB
  • Teknik Industri, FTI ITB
  • Teknik Lingkungan, FTSL ITB
  • Teknik Kelautan, FTSL ITB
  • Teknik Sipil, FTSL ITB
  • Teknik Informatika, STEI ITB
  • Teknik Elektro, STEI ITB
  • Teknologi Industri Pertanian, IPB
 Jurusan-jurusan diatas kualitasnya telah diakui secara internasional, lulusannya setara dengan lulusan dari Universitas terkemuka di dunia seperti: MIT, NTU, Harvard University dll.
Untuk melihat Universitas dan jurusan apa saja yang telah terakreditasi ABET, klik disini!

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

My favorite social media app in 2020: Tiktok

Buat yang masih mikir tiktok itu alay, plis coba dulu Saya sudah mulai main tiktok semenjak akhir tahun 2019, dan sejak awal tahun ini secara sangat rutin merekomendasikan tiktok kepada teman-teman saya. For me tiktok is so much fun, selama main tiktok ga pernah sekali pun saya merasa tidak terhibur, sama sekali tidak pernah. Berbeda dengan instagram, banyak banget postingan di IG yang membuat saya merasa insecure, jujur saja kalian pasti pernah seperti itu juga.  IG banyak banget isinya orang-orang pamer kehidupan pribadinya, makan di tempat mahal, barang-barang branded, bahkan sekedar lagu yg di dengerin di spotify pun bisa jadi hal yang dipamerin. Secara kualitas visual IG memang menang dari tiktok karena postingan IG memang lebih mengandalkan visual, tapi dari segi kualitas fun dan informatif, tiktok tremendously amazing. Ga, saya ga bermaksud menyerang IG kok, toh saya aja masih sering pake IG buat update story atau feed, saya cuma ingin bilang, bagi yang mengataka...

Bapak Beton Indonesia, Prof. Dr. Ir. Wiratman Wangsadinata

Prof. Dr. Ir. Wiratman Wangsadinata adalah nama  besar dalam dunia konstruksi Indonesia. Ia berperan andil dalam perencanaan bernagai proyek konstruksi, mulai dari proyek pembangunan jalan, bendungan, jembatan hingga gedung-gedung tinggi yang sebagian besar menjadi karya  langka di Indonesia. Prof.Dr.Ir.Wiratman Wangsadinata dilahirkan di Jakarta pada tanggal 25 Februari 1935, ia adalah lulusan Sarjana Teknik Sipil dari Institut Teknologi Bandung (ITB).Sebenarnya ia tidak pernah bercita­-cita akan menjadi insinyur sipil, ia justru berniat masuk jurusan Teknik Fisika. Tapi rupanya jurusan itu baru ditutup, dosen­-dosennya  yang orang Belanda pulang ke negerinya. Akhirnya ia memutuskan mendaf­tar di jurusan Teknik Sipil. Setelah lulus dari ITB ia langsung menjadi tenaga pengajar di Jurusan Teknik Sipil ITB. Berikut sedikit cuplikan rekam jejak beliau beliau: ·            Tahun 1960 ia lulus dari teknik sipil ITB · ...

"AMBISIUS", Sebuah Sikap Yang Memberi Perbedaan

Ditulis Oleh : Deden Hardian Ambisius, bukan kata yang jarang kita dengar. Dalam kamus KBBI, arti kata ambisius adalah berkeinginan keras dalam mencapai sesuatu. Ya, makna ambisius kurang lebih seperti itu: ngotot, kerja keras, ulet, ketun; kira-kira seperti itu lah. Terkesan sederhana, namun sifat ambisius ini adalah sifat yang akan memberikan perbedaan dalam kehidupan kita masing-masing. Kesuksesan bukan diraih dengan gampang begitu saja, melainkan dengan usaha kerja keras yang bertahan dalam waktu lama. Di lingkungan ITB, kata ambisius tidak asing lagi terdengar. Disini kata ambisius bertransformasi; ambisius-ambis-ngambis. Kata ambis adalah sebutan bagi mahasiswa yang sangat ambisius dalam belajar. Namun sayangnya, kata ambis justru dijadikan bahan ledekan buat seseorang yang sungguh-sungguh (terutama akademik ya, kalo sungguh2 di luar akademik dicapnya bukan ambis, tapi berdedikasi tinggi) "ambis lu!" "Dasar ambis, selo ae kali" ketemu temen ke perpu...